Ternyata, ibu tiri Aurel itu sudah sembarangan minum obat sejak umur 15 tahun.

“Banyak yg nanya kenapa sekarang bisa kurus?? Kenapa langsing banget? Apa karena sakit atau apa?? Jujur aku mau cerita pengalaman aku dari umur 15 tahun yg udah ngga sehat…,” kata Ashanty di awal tulisan.

Baca Juga: Ramai-Ramai Menjual Sel Telurnya Walaupun Ilegal, Rupanya Banderol Harganya Sampai Rp 200 Juta, Mahasiswa Melakukannya Demi Ponsel Baru

Ashanty memang didiagnosa menderita autoimun. Sebelumnya, ia sudah terserang meningitis.

Baca Juga: ‘Saya Terlihat Mengerikan’, Cerita Wanita yang Sempat Depresi, Hanya Makan 2 Mangkuk Takaran Bayi hingga Berat Tubuhnya Hanya 33 kg

Ibunda dari Arsy Addara Musicia Nurhermansyah dan Arsya Akbar Pemuda Hermansyah ini ternyata pernah mengalami perundungan karena tubuhnya gemuk.

“Saking dulu smp gemuk banget dan dibully terus, jadi semua cara aku lakuin buat kurus..,” kata Ashanty.

Bully itu pun dirasakannya kembali usai melahirkan Arsy Addara Musicia Nurhermansyah.

Baca Juga: Sudah Lebih Dari 70 Tahun Setelah Perang Dunia Kedua, Beredar Foto Wanita-Wanita Perancis Jatuh Ke Pelukan Tentara Nazi Seperti Tidak Peduli Dengan Perang

“Setelah lahiran arsy aku sempet gemuk dan stres banget, belum dibully dan dibanding2in.. sakit banget rasanya jadi aku tetep minum Obat Diet Pelangsing. nyesel banget aku baru kenal @ash.juice {3|three} tahun terakhir ini..

Meski, akses untuk mendapatkannya pun mudah karena dijual secara {online|on-line}.

Baca Juga: Pembunuhan Berantai Misterius Ini Membuat Gempar Saat Mayat-Mayatnya ‘Ditinggalkan’ Di Tengah Jalan Bersama Tempat Tidur Untuk Menaruhnya

DR.dr.Tan Shot Yen,M.hum yang merupakan dokter dan ahli gizi menceritakan {diet|food regimen|food plan} dengan obat tidak ramah dengan tubuh.

Menurunkan berat badan secara instan tidak sesuai dengan kondisi tubuh serta tidak dibarengi dengan menjaga nutriSI yang baik buat tubuh.

“Bobot meningkat dalam hitungan bulan dan tahun, tapi dia ingin bobot susut dalam hitungan minggu kalau perlu hari. Lalu daya tarik pil dan obat menjadi magnet yang dijual buat narik untung produsennya, bukan demi kesehatan konsumen,” kata dr. Tan dilansir dari Tribunnews.com, Sabtu (30/{11|eleven}/2019).

Padahal untuk {diet|food regimen|food plan} sebenarnya bisa dilakukan tanpa obat-obatan, hanya dengan memperhatikan asupan makanan seperti mengurangi mengonsumsi makanan {ultra|extremely} proses.

Baca Juga: Sempat Menggegerkan Kota, Begini Kisah Misteri Makhluk Seukuran Manusia yang Berbulu dengan Lebar Sayap {3|three} Meter pada Tahun Godaan dari makanan {ultra|extremely} proses ini mudah didapatkan dan harganya murah tapi paling mudah menimbulkan penumpukan lemak yang dapat memancing kelebihan berat badan.

Makanan {ultra|extremely} proses ini diantaranya roti, seral, coklat, pasta, biskuit, permen, es krim, selai, yoghurt.

“Singkirkan semua produk yang berciri adanya ‘{food|meals} addivities’: gula, garam, lemak, perasa, penguat rasa. Biasanya hasil olahan industri untuk menyerupai keaslian bahan alaminya,” kata dr. Tan.

Kemudian mulai disiplin dengan waktu makan, jangan sampai melewati waktu makan hanya untuk menurunkan berat badan. Makan tetap tiga kalo yakni sarapan, makan siang, dan makan malam.

Baca Juga: Akibat Alami Sakit Saat Menelan Duri Ikan, Pria Ini Selamat dari Maut, Andai dia Tidak Alami Sakit Mungkin Kondisi Pria Ini Malah Sudah Kritis

Pola makan yang tidak teratur dapat mengganggu berbagai hormon dalam tubuh seperti insulin, ghrelin dan leptin yang mengatur pemakaian energi, dan pemberi {signal|sign} lapar dan kengang.

“Kesalahan orang, dibela-belain nggak makan terutama malam hari. Salah besar. Justru kita mesti makan dengan frekuensi teratur, karena ini berhubungan dengan kesetimbangan banyak hormon. Jadi, jangan mendustai tubuh,” tutur dr. Tan.

Saat makan sesuaikan porsi makan jangan yang asal bikin ganjel perut. Sesuaikan dengan pedoman ‘ISI PIRINGKU’ dari Kementerian Kesehatan yakni ada lauk-pauk, makanan pokok, buah-buahan dan sayur.

Cara pengolahan makanan juga harus diperhatikan jangan terus-terusan makan makanan yang digoreng seimbangkan makanan dengan cara direbus dan sesuai bentuk aslinya seperti konsumsi buah aslinya tidak perlu dijus atau salad buah.

Baca Juga: Hari AIDS Sedunia: Perang Freddie Mercury Melawan HIV/AIDS dan Tekadnya untuk Terus Berkarya Hingga Akhir Hidupnya, ‘Aids Mengubah Hidup Saya’

“Diet hanya untuk kurus akhirnya bikin yo-yo. karena rasa lapar dan nafsu yang belum terarahkan. Kita butuh ‘{manual|guide|handbook}’ hidup sehat sebagai fondasi sehat beneran. Manual itu hanya bisa dijalankan dengan dasar paham, bukan patuh,” pungkas dr. Tan. (Apfia Tioconny Billy)

Video Pilihan
PROMOTED CONTENT