Berhasil mendapatkan mobil incaran di lelang mobil bekas dapat menimbulkan kepuasan tersendiri bagi Anda, terlebih jika mobil tersebut Anda menangkan dengan harga yang cukup murah. Namun jangan bersenang hati dulu, tentu Anda harus memperhatikan beberapa bagian mobil yang mungkin terdapat kerusakan atau cacat. Sebagai informasi, inilah bagian mobil yang membutuhkan perbaikan dengan biaya yang tidak sedikit.

Perbaikan Bagian Bodi Mobil

Bagian mobil pertama yang membutuhkan biaya cukup besar dalam perbaikannya adalah bagian bodi mobil. Bagaimana tidak, jika pada bodi mobil kondisinya banyak cat yang mengelupas dan terdapat banyak goresan, tentu Anda perlu melakukan pengecatan ulang bukan? Untuk biaya pengecatan ulang bodi mobil tanpa kerok mencapai kisaran Rp 7 juta hingga Rp 15 juta. Lalu untuk perbaikan panel bodi dengan ketok dan cat, umumnya bengkel akan mematok harga kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu, bergantung dari jenis mobil Anda.

Perbaikan Bagian Transmisi Mobil

Bagian selanjutnya yang memakan biaya besar setelah membeli mobil di lelang mobil bekas adalah bagian transmisi mobil. Jika mobil Anda menggunakan transmisi manual, maka biaya yang Anda keluarkan tidak begitu besar. Namun jika mobil Anda menggunakan transmisi otomatis, Anda perlu merogoh kocek cukup dalam. Terdapat beberapa kasus mobilnya menggunakan transmisi CVT, biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan mencapai Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Oleh karena itu, penting untuk mengecek kondisi mobil secara detail sebelum Anda menjatuhkan pilihan pada mobil tersebut.

Perbaikan Bagian Kaki-Kaki Mobil

Selain bagian bodi serta transmisi mobil, bagian kaki-kaki mobil juga ternyata membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar. Karena kaki-kaki berperan penting dalam kestabilan serta kekuatan mobil. Biaya perbaikannya juga bervariasi, bergantung dari pabrikan mana mobil tersebut berasal. Jika mobil tersebut merupakan mobil pabrikan Jepang, biaya yang dikeluarkan kisaran Rp 1,2 juta hingga Rp 1,3 juta. Jika mobil tersebut berasal dari pabrikan Eropa, biaya yang dikeluarkan kisara Rp 1,5 juta hingga Rp 1,6 juta. Untuk mobil keluaran pabrik Eropa, biaya perbaikannya cenderung lebih tinggi dan juga bergantung pada pada kerusakannya. 

Memperbaiki Mobil Bekas Baiknya di Bengkel Umum atau Bengkel Resmi?

Mungkin pertanyaan ini kerap muncul di pikiran para pembeli mobil bekas, apakah harus memperbaiki mobil di bengkel umum atau bengkel resmi. Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan. Jika Anda memilih bengkel umum, memang sudah banyak bengkel-bengkel umum yang mememiliki alat-alat lengkap layaknya bengkel resmi, seperti dapat memeriksa sistem kelistrikan, memeriksa kondisi mesin, kondisi kaki-kaki, hingga kondisi bodi mobil. Biaya servis di bengkel umum juga biasanya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan bengkel resmi. Contohnya saja seperti penggantian beberapa komponen atau melakukan pembongkaran pada bagian tertentu, harga yang dipatok cukup terjangkau, kisaran Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu.
Lalu jika Anda memutuskan untuk membawa mobil Anda ke bengkel resmi, tentu detail kondisi serta jadwal servis mobil terdahulu dapat dengan mudah diketahui, seperti bagaimana kondisi kampas rem, kapan terakhir kali melakukan ganti oli, bagaimana kondisi kaki-kaki serta sistem kelistrikan mobil, dan komponen-komponen lain. Peralatan di bengkel resmi juga tentu lebih lengkap daripada bengkel umum. Selain itu, para mekaniknya juga pasti sangat menguasai mobil serta sudah memiliki sertifikasi.

Demikianlah penjelasan mengenai bagian-bagian mobil yang memakan biaya cukup mahal saat diservis. Untuk itu, sebelum Anda membeli mobil di lelang mobil bekas, periksa dengan teliti kondisi mobil tersebut, agar tidak menyesal di kemudian hari. Informasi mengenai kendaraan lelang, jadwal lelang, nitip lelang Anda dapat mengunjungi website resmi IBID.