Mereka lebih banyak menghabiskan kala di di dalam ruangan, berkecimpung bersama manga, anime, ataupun menonton idol kesukaannya. Selain itu, para otaku termasuk umumnya punyai pengetahuan tinggi tentang gadget atau komputer. Sebagai tambahan, otaku mampu umumnya punyai skill mengetik bersama kecepatan tinggi.

Jepang menjadi negara yang dikenal sebagai sumber otaku dunia. Bahkan, di Jepang, anda bakal menjumpai kawasan Akihabara serta Nakano Broadway sebagai tanah suci para otaku. Ketika anda mampir ke Jepang, ke dua kawasan selanjutnya menjadi daerah berkumpulnya para otaku.
Di sana, anda bakal menemukan toko yang secara khusus dimaksudkan untuk para penggemar manga serta anime. Ada pula kafe unik layaknya maid cafe yang disertai bersama pelayan bersama seragam layaknya maid di dalam di dalam anime.

Otaku Terbagi Menjadi Banyak Jenis, Lho!
Penjelasan istilah otaku yang telah disebutkan merupakan gambaran umum di mata penduduk awam. Makna selanjutnya tidak seluruhnya salah. Namun, anda kudu sadar bahwa otaku sebetulnya tidak terbatas terhadap sosok yang punyai kecintaan besar terhadap manga, anime, ataupun idol.

Dalam pembahasan yang lebih luas, otaku sebetulnya merupakan penyebutan untuk orang yang punyai kedisiplinan di dalam hobi khusus agar berada di dalam tingkatan pakar. Oleh sebab itu, anda bakal mendapati bahwa otaku sebetulnya terbagi menjadi di dalam banyak jenis, disesuaikan bersama hobi yang ditekuni.
Kamu mampu mendapati penggunaan istilah game-otaku kepada orang yang punyai ketertarikan tinggi terhadap game. Ada pula penggunaan istilah Gundam-otaku yang merujuk terhadap otaku robot Gundam. Kamu termasuk mampu mendapati tipe otaku lainnya layaknya gunji-otaku atau otaku militer, tetsudo-otaku atau otaku kereta api, Morning Musume-otaku atau otaku Morning Musume, dan lain-lain.

Sejarah Kemunculan Otaku
Istilah otaku telah digunakan sejak lama oleh penduduk Jepang. Hanya saja, istilah otaku di masa lalu bersama sekarang, terlalu jauh berbeda. Dalam bhs Jepang, otaku digunakan untuk menyebut rumah. Dalam keseharian, anda termasuk mampu menemukan penggunaan kata otaku sebagai penyebutan kata rubah orang kedua—setara bersama Anda di dalam bhs Indonesia.

Lalu, bagaimana istilah otaku selanjutnya kini berubah menjadi penyebutan untuk para penggemar ekstrem anime dan manga? Pemakaian istilah otaku untuk merujuk penggemar anime serta manga keluar pertama kali di dalam artikel berjudul “Otaku nomor Kenkyu” yang ditulis Nakamori Akio terhadap tahun 1983 di dalam majalah Manga Burikko.
Saat itu, penduduk Jepang atau yang sedang menjalani program kerja di Jepang masih belum familier bersama makna otaku. Selanjutnya, penggunaan istilah otaku meluas sejalan bersama penggunaan istilah itu oleh radio Nippon Broadcasting System yang mengusung tema Otakuzuko nomor jittai terhadap acara Young Paradise. Otakuzuko terhadap tema tersebut, merujuk terhadap suku otaku yang umumnya berasal berasal dari kalangan anak muda.

Selanjutnya, otaku secara khusus digunakan untuk menyebut pria lajang bersama hobi manga, anime, idol, komputer, ataupun game secara berlebihan bersama tanpa batasan umum. Selain itu, para otaku termasuk kerap diasosiasikan bersama selera mengenakan pakaian yang buruk. Alasannya, sebab para otaku lebih memilih untuk menghabiskan uang untuk kepentingan membeli barang-barang tentang manga serta anime di Akihabara dibandingkan membeli busana yang trendi.
Meski kerap diasosiasikan makna negatif, banyak otaku yang terasa bangga bersama ke-otaku-annya. Mereka pun kerap menyatakan kebanggaannya sebagai otaku bersama mengatakan, “gue otaku!”.