Beberapa orang belum tau dan menganggap sama antara penerbit buku dan percetakan. Hal tersebut nyatanya membuat mereka beranggapan bahwa di percetakan bisa untuk membuat sebuah buku. Padahal anggapan tersebut salah. Terdapat perbedaan besar antara keduanya.

Perbedaan Antara Penerbit Buku dan Percetakan

Perlu diketahui belakangan ini memang marak orang yang masih beranggapan jika percetakan adalah tempat yang sama untuk mencetak buku. Melalui artikel ini pemahaman tersebut akan dipatahkan, karena memang keduanya mengalami perbedaan mendasar baik dari segi fungsi maupun kegunaannya.

  1.       Bentuk Tanggung Jawab yang Tidak Sama

Secara sederhananya penerbit buku tidak boleh sampai melakukan kesalahan sekecil apapun. Bentuk tanggung jawab terhadap tampilan sampai isi di dalamnya dari huruf sampai dengan tanda baca merupakan suatu hal yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Hal itu tentunya agar tidak ada kesalahan fahaman dari pembaca.

Sedangkan untuk percetakan bentuk tanggung jawab mereka lebih kepada kualitas dari barangnya. Hasil akhir harus disesuaikan dengan permintaan pemesan. Biasanya naskah dari penerbit memang sudah di edit secara teliti dan 100% benar, maka jika ada yang tidak sesuai pihak percetakan harus siap ganti rugi atau mengulang pekerjaan.

  1.       BEP atau Break Event Point

Penerbit buku dan percetakan juga punya perbedaan besar pada kualitas BEP mereka. Di sini penerbit memang lebih diuntungkan sekali. Karena mereka lebih leluasa untuk mencari ide atau kreatifitas lain. Supaya bisa dijadikan naskah selagi proses percetakan buku yang sedang digarap dan belum selesai.

Selain itu modal penerbit buku dalam berinvestasi dan produksi juga kecil, sehingga BEP yang didapatkannya memang cepat. Beda lagi dengan percetakan dimana mereka harus mengeluarkan ongkos produksinya lebih besar dan tidak bisa ambil proyek lain sebelum pekerjaan sebelumnya selesai. Untuk itulah jumlah BEP kecil.

  1.       Kualitas Sumber Daya Manusia

Perbedaan lain ada pada kualitas sumber daya manusianya, yakni para tenaga kerja. Dimana mereka yang bekerja di penerbit biasanya memiliki skill dan kreativitas tinggi, sehingga ide dan gagasan baru akan selalu muncul. Kerja mereka benar-benar mengandalkan asah otak. baru ke tenaga

Sekarang Anda sudah bisa membedakan antara keduanya ya. Ketiga poin diatas sepertinya sudah cukup untuk menjelaskan perbedaan antara penerbit buku dan percetakan.

By doni