Pembahasan Lengkap Seputar Alur Daftar Haji Plus

Terdapat dua metode pemberangkatan haji di Indonesia yaitu program reguler dan program haji plus atau haji khusus.

Kuota dari haji program khusus adalah sebesar 8% dari kuota haji nasional dengan masa tunggu yang lebih singkat, lantas bagaimana alur pendaftaran program haji ini?

Membuka Rekening Tabungan haji

Langkah pertama yang harus ditempuh calon jamaah program haji plus adalah membuka tabungan haji. Calon jamaah dapat menggunakan bank yang telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyedia layanan tabungan haji.

Caranya untuk membuka rekening tabungan haji cukup datang ke bank, dengan membawa serta kartu identitas. Kemudian menyetorkan dana sesuai ketentuan sebagai setoran awal.

Mendaftar Melalui PIHK

Selanjutnya adalah melakukan pendaftaran ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Dalam hal ini yang bertindak sebagai PIHK adalah biro travel penyedia layanan haji. Pilih biro travel yang terpercaya dan memiliki reputasi baik.

Mengapa demikian? Karena akhir-akhir ini banyak bermunculan biro travel abal-abal, yang membuat nasib calon jamaah haji menjadi tidak jelas. Tentunya hal ini harus dihindari karena akan sangat merugikan dan menguji keimanan.

Pemrosesan Data oleh Biro Travel atau PIHK

Prosedur pendaftaran berikutnya setelah calon jamaah melakukan pendaftaran, pihak PIHAK akan memasukkan data jemaah haji khusus ke aplikasi Siskohat, yang dikeluarkan oleh kementrian agama.

Petugas PIHK akan melakukan pengambilan foto calon jamaah haji khusus, kemudian memberikan SPH khusus yang mencantumkan nomor pendaftaran dan ditandatangani oleh jamaah haji khusus.

Petugas dari kantor wilayah haji akan melakukan verifikasi data, kemudian melakukan konfirmasi pendaftaran jamaah haji khusus dengan meminta bukti setoran awal.

Melakukan Setoran Awal

Langkah yang harus ditempuh calon jamaah haji plus selanjutnya adalah melakukan penyetoran dana awal. Penyetoran ini dilakukan dengan membawa SPH khusus ke bank yang telah ditunjuk.

Kemudian petugas bank akan melakukan input nomor pendaftaran yang tercantum pada SPH, lalu meneruskan pembayaran setoran awal dari calon jamaah haji khusus ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Penyetoran ke rekening BPJS  terhubung secara langsung dengan sistem Siskohat Kemenag.

Mendapatkan Bukti Setoran Awal

Jika jamaah haji khusus telah melakukan setoran awal, maka jamaah akan mendapatkan bukti setoran awal yang berisi nomor validasi.

Nomor validasi ini selanjutnya akan diurus oleh pihak biro travel yang Anda pilih, perlu diingat bahwa nomor validasi ini harus disimpan dengan baik. Karena akan digunakan untuk proses pengantrian maupun proses lain kedepannya.

Melengkapi Persyaratan Dokumen

Setelah mendapatkan nomor validasi atau nomor porsi, proses selanjutnya adalah menyerahkan segala berkas sebagai persyaratan pendaftaran jamaah haji kepada biro travel.

Persyaratan berkas yang dibutuhkan untuk haji plus antara lain adalah paspor asli yang masih aktif, fotokopi kartu identitas dan kartu keluarga sesuai permintaan biro travel, dan pas foto berukuran 4×6 sejumlah 6 lembar.

Pas foto ini harus memakai background putih, menampilkan wajah dengan rasio 80%, tidak memakai kacamata, dan untuk wanita harus mengenakan jilbab.

Terdapat persyaratan khusus bagi suami istri berusia dibawah 45 tahun yang berangkat bersama, harus melampirkan fotokopi buku nikah. Bagi anak yang berangkat bersama ayah kandung harus melampirkan fotokopi akte kelahiran.

Melakukan Pelunasan Dana Haji

Langkah pendaftaran terakhir adalah melakukan pelunasan biaya haji. Jangka waktu dari pelunasan ini berbeda-beda tergantung dengan biro travel yang Anda pilih.

Ada yang menetapkan hitungan bulan, ada pula yang menetapkan hitungan tahun untuk pelunasan. Setelah biaya haji dilunasi, maka jamaah tinggal menunggu waktu pemberangkatan.

Itulah urutan proses pendaftaran haji plus mulai pembukaan rekening hingga menunggu pemberangkatan. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dan memberikan Anda semangat untuk segera menunaikan ibadah haji.

By Drajad