Nikmati Bali, rasanya kurang cukup sekedar hanya berjemur di tepi pantai bersama rekan-rekan atau orang paling dekat. Semakin lebih relax saat liburan dengan nikmati wine. Karena, wewangian ciri khas yang dipadankan dengan rasa manis, pahit, dan asam pas dinikmat saat rileks.
Nikmati Bali Melalu Cita Rasa Wine Lokal Bali.

Disamping itu, wine yang berkadar alkohol yang tidak begitu tinggi membuat wine pas diputuskan untuk isi waktu berlibur Anda saat hangout dan nikmati deburan ombak di Bali. Wine punyai dua tipe, yakni red wine dan white wine.

Nach, Indonesia terutamanya Bali, mempunyai wine sendiri dengan kualitas yang tidak kalah lewat produk wine import. Argumen simpelnya ialah anggur yang dipanen satu tahun sekali lebih bagus dari buah anggur yang dipanen 3x dalam setahun.

Kualitas wine bali berikut yang dari buah anggur yang dipanen sekali dalam satu tahun. Hingga tidak salah bila kualitas wine yang dibuat juga lebih bagus dari wine import. Di Bali sendiri minimal ada banyak wine yang dibuat secara lokal tetapi mempunyai kulaitas dunia.

Seperti, Hatten Wine yang dengan wine rose, jepun sparkling wine, aga Red, aga white, tunjung brut, alexandria sampai pino de bali. Disamping itu, ada pula Artisan Estate dengan classic, chardonnay, shiraz dan sauvignon blanc.

Kemduian ada Cape Discovery dengan auvignon blanc sparkling chardonnay, sparkling rose, moscato, red blend, dan white blend-nya. Sababay Wine jadi sebuah produk asal lokal dengan white velvet, black velvet, dan ludisia-nya.

Baca Juga : Baliwein, Wine Dengan Rasa Buah Asal Bali

Hennery Sichotang, Branch Manajer Hatten Wines menjelaskan, wisatawan luar negeri malah saat tiba ke Bali cari wine yang memang sungguh orisinal. “Tujuannya, mereka tiba betul-betul cari keunikan dari negara yang didatanginya,” papar ia ke MALE.co.id saat dijumpai di kantornya di teritori Kemang, Jakarta Selatan.

Keinginan wisatawan yang banyak masalah wine lokal Bali, jadikan wine lokal Bali terus tumbuh subur. Salah satunya yang memulainya katanya, ialah Hatten Wines. Ditambahkan lagi, di Bali banyak juga petani anggur . Maka, mayoritas produksi wine lokal Bali datang dari buah anggur yang ditanamkan di Bali dan diperbudidayakan oleh beberapa petani lokal sendiri.

Perkebunan anggur itu ada di Sangalangit-Gerogak, Singaraja, Seririt, dan Singaraja-Kabupaten Buleleng. Buah anggur yang dari kebun di Sangalangit, Singaraja ini dikenali sebagai istilah lokal grape atau table grape. Maknanya buah anggur yang menyengaja ditanamkan petani selanjutnya dijadikan wine.

Varietas anggur Alfonso de lavalle yang dikenali dengan anggur singaraja warna hitam jadi varietas yang jadikan rose, aga red, jepun sparkling, dan pino de bali. Varietas anggur itu pulalah yang membuat nama Hatten Wines di Bali menaik dan jadikan wine opsi terbaik di Bali karena mempunyai kekhasan yang memikat.

Memiliki arti ini mengisyaratkan wine lokal Bali juga mempunyai kualitas baik dan tidak kalah dari wine import. Disamping itu, ada pula varietas anggur lokal yang memberinya cita-rasa yang unik pada wine, yakni anggur belia dan anggur probolinggi biru sebagai bahan baku wine lokal Bali tipe aga dan tunjung wine.

Di Bali, Hatten juga memberinya khusus ke pelancong untuk berjelajah dikebun anggurnya. Mereka dapat tiba langsung ke kebun anggur (vineyard) yang ada di Singaraja. Di situ pelancong akan dibawa berkeliling-keliling kebun anggur sambil menyeruput tipe wine yang ada melalui sebuah paket tur.
Oleh karena itu, rasanya makin relax saat nikmati Bali sambil nikmati wine lokal Bali atau wine bali yang memang sungguh sudah terbukti kwalitasnya.

Baca Juga : Sababay Salah Satu Wine Terbaik Asal Bali

Wine Salak dan Ubi

Di Bali, bukan hanya ada wine yang dari bahan baku anggur, tapi juga ada wine yang dibuat dari salak dan ubi. Sebuah dusun kecil di Karangasem, Bali, menghasilkan wine dari salak. Tipe fruit wine memang hasilkan minuman wine yang dibuat dari buah selainnya anggur.

Dusun Sibetan, salah satunya dusun di dunia yang menghasilkan fruit wine. Dusun yang ada di ketinggian Kabupaten Karangasem ini lama populer dengan agro salak. Sejak mulai beberapa tahun terakhir, warga di dusun ini memproses wine salak. Wisatawan yang singgah ke Dusun Sibetan dapat saksikan secara langsung proses pembikinan wine salak.

Tetapi, Hennery Sichotang menjelaskan, jika hal itu bukan wine. Menurut dia, secara pemahaman wine ialah minuman alkohol yang dibuat dari juice anggur, di mana teradapat reaksi peragian, kandungan alkoholnya ratanya 5 – 20 %. “Jadi dari pemahaman itu, hanya anggur saja yang bisa dibikin untuk wine,” papar ia.

Maka lebih Hennery, memang itu mereka berpikiran semua buah-buahan yang dapat difermentasi ialah wine. Salak itu ada gulanya, lalu difermentasi jadilah wine. “Itu bedanya, jadi semua buah yang bisa difermentasi itu wine, walau sebenarnya tidak. itu salah, itu bukan wine. Itu cuman reaksi peragian buah saja,” katanya.

Langkah Terbaik Nikmati Wine

Mencicip wine sebetulnya benar-benar simpel, tetapi kata Hennery sedikit tahu bagaimanakah cara nikmati wine yang bagus. Banyak orang saat wine dituang ke gelas, umumnya langsung disesap atau diminum. Hingga wine akan berasa asam.

Seharusnya, wine yang sudah dituang ke gelas dipuatar-putar searah jarum jam, selanjutnya di cium, diputar kembali, di sesap sedikit, lalu tahan di dalam mulut beberasa saat, baru diminum. “Saat wine di gelas diputar, itu supaya wewangian buahnya keluar. Dengan trick itu, tentu rasa wine akan berlainan,” sebut ia.Wine

By Drajad