PaDi UMKM adalah situs jualan online besutan pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Platform ini diperkenalkan pada publik tepat pada Hari Raya Kemerdekaan Indonesia yang ke-75. Pasar Digital UMKM atau PaDi UMKM ke depannya akan memegang peranan penting kemajuan dan perubahan ekonomi nasional.

Ekonomi nasional memang mengalami penurunan yang cukup tajam di tahun 2020 lalu. Wabah virus corona sangat mempengaruhi penurunan berbagai sektor, yang paling terasa tentunya sektor UMKM. Mereka sangat berdampak mulai dari pembiayaan yang sulit dan juga penurunan pada permintaan pasar.

Selain itu, BUMN juga mengalami kesulitan dalam pengadaan barang dan jasa. Kita semua tahu bahwa kinerja perusahaan sangat bergantung pada operasional yang mendukung, baik material maupun imaterial. Salah satu yang penting tentunya alat-alat operasional yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

Kedua lini telah terbukti berperan besar dalam ekonomi nasional dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan UMKM telah terbukti berhasil menyelamatkan ekonomi Indonesia pada saat krisis moneter tahun 1998. BUMN juga telah terbukti berhasil mendatangkan banyak keuntungan kepada negara.

Tetapi juga tentu ada beberapa proses yang belum sempurna. Semisal proses transaksi yang belum transparan. Oleh karena itu pemerintah sangat butuh sebuah media yang bisa digunakan sebagai alat ukur atau alat bantu monitor BUMN-BUMN yang ada di seluruh Indonesia.

Salah satu inisiasi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian BUMN adalah munculnya situs jualan online PaDi ini. Situs jualan online PaDi akan menjadi tempat pengadaan barang dan jasa BUMN. Untuk proyek BUMN atau pengadaan barang dan jasa BUMN senilai maksimal Rp14 milliar, maka akan dialokasikan kepada UMKM.

Oleh karenanya UMKM mendapat bagian yang sangat penting. Mereka yang bergabung dan menjadi pelaku jualan online di PaDi UMKM bisa memanfaatkan alokasi dana yang dapat membangkitkan perekonomian Indonesia. Apalagi dana anggaran belanja pengadaan barang dan jasa BUMN di setiap tahun hampir menyentuh angka Rp300 trilliun. UMKM harus menjaga bahkan menambah kualitasnya demi keuntungan masing-masing pihak.

Dengan kualitas yang bagus, tentu UMKM bisa menentukan harga yang pantas untuk hasil karya barang maupun jasa mereka. Saat ini sudah ada 17 ribu UMKM yang berada di bawah naungan BUMN. Mereka mendapat sosialisasi dan pendidikan khusus terkait produk-produk yang mereka tawarkan.

Saat ini sudah banyak sekali BUMN yang memiliki perwakilan di situs jualan online PaDi UMKM. Mereka ditugaskan untuk mendapatkan beragam kebutuhan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan mereka. Oleh karena itu, diharapkan UMKM dapat memaksimalkan potensi yang sangat besar di situs jualan online ini.

Jika berjalan dalam jangka panjang, tentu ini merupakan hal yang menggembirakan bagi perekonomian nasional. Karena pengadaan barang dan jasa bisa diakomodir oleh usaha-usaha lokal yang tentu bisa memberikan kontribusi kepada negara.

Mari bergabung dengan PaDi UMKM dan menjadi pelaku jualan online hingga pasar internasional!