Instalasi fire alarm konvensional biasanya lebih dimanfaatkan untuk gedung berskala kecil. Alat kerjanya hanya mencakup daerah kecil dan bentuk rangkaian instalasinya lebih sederhana sehingga cakupan zonanya terbatas.

Mari ketahui pengertian dari fire alarm konvensional serta cara instalasi fire alarm dengan sistem konvensional.

Apa itu Fire Alarm system Konvensional

Jenis fire alarm system ini digunakan pada perangkat input dan output yang setiap titiknya membutuhkan panel alarm sendiri. Untuk itu sistem ini tidak digunakan pada bangunan yang luas, karena tentu akan membutuhkan biaya yang terlalu besar.

Contohnya seperti:

  • Perumahan
  • Minimarket
  • Pertokoan
  • Apartemen
  • Gudang
  • Sekolah kecil
  • Ruangan pada suatu bangunan

Berdasarkan fungsinya, informasi atau sinyal yang dikirim lebih kepada lokasi terjadinya kebakaran. Namun tergolong lebih gampang dan kompleks jika dibandingkan dengan sistem instalasi fire alarm fully addressable.

Sementara pada instalasi kabel, jenis kabel yang digunakan yaitu NYM yang berukuran 2 x 1,5 MM. Kalaupun tidak, biasanya akan diganti dengan kabel NYMHY yang berukuran 2 x 1,5 MM.

Pemasangan detektor adalah secara paralel ke L dan Lc serta tersambung dengan loop. Maka pada satu zona akan terdiri dari beberapa detektor.

Baca juga di https://mabruka.co.id/blog/2020/04/15/instalasi-fire-alarm/

Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional

Dalam prosedur pemasangan fire alarm, Anda akan membutuhkan ini:

  • Detektor
  • Alarm bell
  • Indicating lamp
  • Manual call point, dan lain-lain.

Setelah mempersiapkan semuanya, Anda tentu sudah memiliki skematik fire alarm konvensional. Karena ini akan mempermudah proses instalasi Anda yang perlu melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

  • Hubungkan detector ke panel alarm dengan menggunakan kabel pada terminal L(+) dan Lc(-). Jika tegangan sumber listrik mencapai 220V, sebaiknya gunakan kabel yang tahan api.
  • Kemudian pasang pada kabel yang dihubungkan dengan control panel fire alarm. Yakni pada terminal berlabel L dan C.
  • Hubungkan secara paralel, setiap detektor yang memiliki awalan dan akhiran.
  • Selanjutnya loop dinyatakan telah berakhir setelah EOL (End of Line) terhubung dengan titik akhir detektor.

Maka dari itu dinyatakan 1 loop = 1 zone dan ditutup EOL, yang mana sinyal tanda kebakaran kepada panel kontrol akan dinyatakan pada setiap 1 zona.

Disarankan pada pengaturannya harus sesuai dengan standar NFPA dan SNI. Untuk itu, percayakan instalasi fire alarm konvensional Anda kepada para profesional.

By dzail